Monday, August 18, 2008

Rintihan Kasih

Sehelai Kain Putih
Terentang di atas lantai yang bersih
Pelukis Alam Mula Melukis
Sebuah Lakaran Jiwa Yang Sedih
Semakin Pudar Dirasakan Kasih
Yang Telah Diciptakan Yang Maha Pengasih

Pelukis Alam Mula Merintih
Mengharap Hati Dikunjungi Kasih
Agar Kain Putih Dapat Terlakar Cantik & Bersih
Sebersihnya Bayi Yang Dilahirkan Atas Jalinan Kasih
Menitipkan Kebahagiaan Dalam Meniti Usia Yang Menyisih

Kasih? Di manakah Kau Kasih?
Mengapa kau semakin menyisih?
Atau Mungkin Kau Yang Tersisih?
Oleh Insan Yang Tak Kenal Erti Kasih
Atau Mungkin Luka Mu Itu Pedih?
Lantaran Diri Dinodai Insan Yang Terlalu Asyik Berkasih?

Pelukis Alam Masih Melukis
Beralun Lembut Tangan Beralih
Mula Dilakar Jiwa Yang Merintih
Rintihan Jiwa Yang Teramat Pedih

Setelah Mengenal Ertinya Kasih
Terbit Awan Yang Semakin Menindih
Menindih Langit Kelabu Yang Mencemburui Kasih
Lalu Terbitlah Awan Nan Putih
Bersama Jiwa Yang Suci Lagi Bersih

Tuhan Itu Maha Pengasih
Mengasihani Insan Yang Mengharapkan Kasih
Mengembalikan Jiwa Yang Kian Beralih
Seketika Itu Pelukis Alam Berhenti Melukis
Dititipkan Doa Kepada Yang Maha Pengasih
Diiringi Air Mata Kasih
Bersama Jiwa Yang Merintih
Mengharapkan Agar Tidak Lagi Dipudarkan Kasih
Kepada Tuhannya Yang Maha Pengasih

Nukilan – Ainim

No comments:

Post a Comment

My friend say: